Senin, 31 Agustus 2015

Perkenalan Ilmu Keluarga dan Konsumen (vidio)




yaaakkk
mungkin sebagian orang lebih tertarik dengan vidio. nah, saya lampirkan vidio perkenalan dari IKK buatan ka Agus Surachman alumni IKK angkatan 44 yang sekarang sedang melanjutkan studi ke luar negeri (Amerika). ini prestasi tahun lalu, makin kesini prestasi mahasiswa dan dosenya lbeih banyak lagi.. dan akan ditayangkan di website ikk.fema.ipb.ac.id
selamat merasakan semangat dari vidio ini :D

kehidupan di IKK, IPB (a few)

Assalamu'alaikum...
hy! i'm back!

karena banyak yag bertanya2 tentang IKK itu seperti apa.. nah, saya coba cuplikkan beberapa dokumentasi kuliah di IKK ya.. hmm.. dari saya kurang ada dokumentasi yang lengkap, karena tersebar di teman-teman saya dan lupa buat dikoleksi.. :D

di IKK itu akan dibiasakan untuk bekerja secara kelompok tujuannya untuk mengasah rasa kebersamaan, publik speaking, dan leadershipnya. gak hanya didalam kelas, tapi juga bisa diluar kelas.


 di IKK ada namanya himpunan profesi, disana kita bisa mengaplikasikan keilmuan IKK di kehidupan sehari-hari,. jadi tidak ngawang ketika kuliah saja.
 terus, dari BEM biasanya ada perlombaan olahraga antar departemen, jadi gak akan bosen kuliah terus ya.. selain organisasi juga badan juga harus diasah. nah IKK itu sering juara volly tapi jangan tanya futsal laki-lakinya ya.. :D
nah, tugas kamu kedepannya yang bakal buat sejarah untuk futsal laki-lakinya ya..






IKK itu sebagai penggagas keluarga di Indonesia. nah ini adalah dokumentasi Hari Deklarasi Keluarga di kebun raya Bogor.








 ini adalah dokumentasi praktikum matakuliah ekopang (ekologi pangan), salah satu interdept di IKK dari Gizi masyarakat. biasanya habis praktikum terkahir, mahasiswa dan asisten praktikum akan foto-foto buat kenang-kenangan.

selain itu, tugas dari kuliah IKK itu akan ada turun lapang. biasanya akan ada pengukuran perkembangan responden atau yang berkaitan dengan tema tugas praktikum ketika itu. biasanya mengisi kuesioner, observasi, dan juga penyuluhan. seru deh, bakal ketemu anak-anak, orangtua, remaja, dan lainnya.. jadi kita lebih terbuka mata dan hati  kita dan kita haru banyak bersyukur. :)


gak cuma di IKK sih,,. yang mau kuliah, siap-siap untuk bisa belajar dan kerja bareng sampe malam ya... eits, yang cewek jangan kemalaman,. ingat jam malam!!!

 salah satu interdept di IKK ada namanya mata kuliah ekologi manusia, nah tahun kita kedapatan untuk membuat expo dari hasil turun lapang yang sudah kita lakukan, namnya PEM (Pekan Ekologi Manusia). biasanya diadakan di koridor Fema.

nah, ini salah satu dokumentasi KKP (kuliah kerja profesi) akan dicampur dari berbagai jenis departemen dan tinggal di desa selama 2 bulan.. wow!!
ini desa, bukan kota ya.. jadi fasilitas harus kalian siapin dari kosan atau rumah, dan diangkut kesana jika kalian harus tinggal di rumah yang disewakan warga. tahun saya, saya dapat di Desa Leuwikaret, Kecamatan Klapanunggal, dan tinggal di posyandu. kenangan yang takkan terlupakan. karena setiap sore atau lewat depan posyandu, anak-anak pasti manggil "kakak.. kakak.."
:D

Rabu, 04 Maret 2015

percikan api anak dan orangtua

seringkali,  pertengkaran  antara orangtua (khususnya ibu) dengan anak itu bisa terjadi setiap hari. ya gak?
anak suka ngelawan, ngegurutu, dan lainnya.

tau kah ayah bunda, sifat anak Anda itu adalah  cerminan dari diri Anda sendiri... percaya gak?
kalau gak percaya berarti Anda bukan yang melahirkan sendiri anak yang Anda asuh itu.. hihi
sifat anak itu ada faktor genetik (ada peran DNA disini) dan juga ada faktor lingkungan tapi tidak terlalu besar, karena anak memiliki mata yang siap merekam segala perilaku orang disekelilingnya dan akan mencontohnya. lingkungan yang paling sering berhubungan dengna anak apa? ya keluarga. jadi jangan salahkan perilaku anak, tapi coba introspeksi dari anggota keluarga. apakah ada salah mencontohkan?
perilaku anak itu dipengaruhi nature (DNA) dan nurture (lingkungan) menurut teori teologis (mengenang pelajaran Tumbuh Kembang Manusia).

kalau menurut saya sendiri (sebagai anak dan merasakan sendiri), anak ngelawan atau ngegurutu atau apapun itu bentuknya adalah suatu bentuk penolakan atas apa yang orang lain tuduhkan kepadanya. karena menurutnya, apa yang orang sangkakan dan tuduhkan tidak sama dengan apa yang dia alami dan rasakan.

so, ajaklah anak untuk berdiskusi dengan baik dan sampaikanlah maksud Anda dengan baik. tambah memarahi anak, mendiamkan anak atau menjauhi anak bukanlah solusi yag baik untuk hubungan Anda dan anak anda.
jadi, langkah yag bijak dan baik sebagai orangtua adalah:
1. istighfar.. (mungkin Anda ada kesalahan dalam penyampaian, atau sifat yang ada pada diri Anda tidak sengaja diturunkan kepada anak Anda atau syaiton sedang mengganggu Anda )
2. rendahkan suara anda untuk memulai pembicaraan.
3. tanyakan KENAPA? (karena anak itu cuma butuh Anda untuk menanyakan kondisi dia sebenarnya 'kenapa nak seperti itu? adakah ibu mengajarkannya?' atau 'ananda kenapa? kok marah sama ibu?' atau pertanyaan dan kalimat formal yang berusaha untuk melakukan jalan damai.
4. minta maaflah jika Anda salah dan ucapkan terimakasih (harga diri Anda tidak akan jatuh di mata anak Anda sendiri jika Anda memulai meminta maaf dan mengucapkan terimakasih dengan cara yang benar, bukan maksud permisif (memanjakan)! pancarkan contoh yang baik dari perilaku Anda sendiri agar sama dengan didikan yang Anda ucapkan selama ini)

komunikasi yang baik antara anak dan orangtua akan memberikan keharmonisan keluarga. :) tidak ada yang meninggikan tapi orangtua memiliki hak controlling dalam perilaku anak. layaknya layangan harus ada tarik ulur agar dia bisa tinggi. :)
jadilah orangtua yag bijak yang memperhatikan perasaan anaknya :)
mengasuh anak itu memang berat, tapi jika Anda sukses mengasuhnya menjadi anak yang sholeh, surga menanti Anda wahai Ibu dan Ayah. janji Allah swt itu pasi.
so, asuhlah dengan baik, benar, kasih, sayang dan tanggungjawab, semoga Allah merahmati para orangtua yang mengasuh anaknya dengan baik, benar, kasih, sayang, dan tanggungjawab. aamiin

*correct me if i was wrong

Selasa, 03 Maret 2015

Ilmu Keluarga dan Konsumen

Pengenalan Ilmu Keluarga dan Konsumen yang diambil langsung dari website FEMA, IPB
Departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen (IKK) merupakan salah satu departemen baru di IPB yang berkembang dari Departemen Gizi Masyarakat dan Sumberdaya Keluarga (GMSK). Lingkup kajian Departemen IKK meliputi aspek keluarga beserta anggotanya dan segala perilakunya dalam mengelola sumberdaya untuk mencapai tingkat kesejahteraan yang diinginkannya.
Keluarga memegang peranan yang sangat penting dalam pembangunan kualitas sumberdaya manusia.  Praktek pengasuhan anak pada usia dini sangat menentukan perkembangan dan kualitas anak pada masa dewasa-nya.  Sebagai suatu unit ekonomi, keluarga melakukan berbagai fungsi, seperti alokasi sumberdaya, produksi barang dan jasa (market and non market commodities), distribusi produk antar anggota keluarga, dan konsumsi produk, untuk mencapai tingkat kesejahteraan. Dalam menjalankan fungsi tersebut, keluarga bertindak sebagai suatu unit produksi (produsen) sekaligus sebagai unit konsumsi (konsumen). Perilaku keluarga dalam upaya memaksimalkan kepuasan tentunya tidak lepas dari aspek manajemen sumberdaya dan perilaku konsumen.
Keluarga juga merupakan sebuah sistem yang berinteraksi secara terus menerus dengan lingkungan mikro dan makro, baik lingkungan fisik, sosial, ekonomi, sosial-budaya, teknologi, dan politik. Oleh karenanya, kajian keluarga memerlukan pendekatan inter-multi-disiplin. Pemahaman ilmu dan konsep dasar di bidang psikologi, sosiologi, komunikasi, ekonomi, manajemen, ekologi, dan seni menjadi penting dalam mengkaji keluarga dan perilaku-nya.
Dalam era globalisasi, peran keluarga menjadi sangat penting. Sebagai unit terkecil dari masyarakat yang me-megang peran strategis dalam pembangunan kualitas sumberdaya manusia, keluarga menghadapi tantangan yang besar dalam memelihara eksistensi dan menjalan-kan fungsinya untuk mencapai tingkat kehidupan yang lebih baik. Departemen IKK memiliki tanggung jawab untuk menyiapkan tenaga sarjana yang mampu menjawab tantangan tersebut.

MANDAT

Pengembangan ilmu dan teknologi di bidang keluarga dan konsumen untuk mewujudkan kesejahteraan keluarga, dengan memfokuskan pada pengembangan kualitas anak serta pemberdayaan keluarga dan konsumen

MAYOR S1

Ilmu Keluarga dan Konsumen

MINOR S1

1.    Ketahanan Keluarga
2.    Perkembangan Anak
3.    Ilmu Konsumen

KOMPETENSI LULUSAN

Lulusan S1 Major IKK memiliki kompetensi dalam:
  1. Memahami teori keluarga, tumbuh kembang anak, serta ekonomi keluarga dan konsumen dalam mewujudkan kesejahteraan keluarga.
  2. Menganalisis upaya pemberdayaan keluarga dan konsumen, serta upaya peningkatan kualitas anak dalam mewujudkan kesejahteraan keluarga.
  3. Menerapkan kemampuan teknis dan manajerial dalam menyusun dan melaksanakan upaya peningkatan kualitas anak, kesejahteraan keluarga dan pemberdayaan konsumen.

PROSPEK KERJA LULUSAN

  1. Konsultan di bidang: keluarga, tumbuh kembang anak, dan konsumen (seperti di LSM nasional maupun internasional; Plan International, Care, YLKI, UNICEF, dll)
  2. Pendidik dan pengelola pendidikan anak usia dini dan usia sekolah (seperti TK, sentra-sentra pendidikan anak usia dini/PAUD, Indonesia Heritage Foundation/IHF).
  3. Penelitia dan PNS di bidang keluarga, tumbuh kembang anak, dan konsumen (seperti di Meneg PP, BKKBN Depsos, Depkes, Depdagri).
  4. Tenaga akademik di bidang keluarga, tumbuh kembang anak, dan konsumen.
  5. Spesialis riset pemasaran dan konsumen, serta penanganan pelayanan konsumen.

PRESTASI MAHASISWA

  • 3 tim PKM mahasiswa yang dibiayai Dikti ahun 2007
  • 3 tim PKM Pengabdian Masyarakat yang dibiayai Dikti tahun 2007
  • 1 tim Finalis IPB LKTM Bidang Sosial 2007
  • Anggota Tim Paduan Suara IPB
  • Anggota Tim Pendaki Putri Gunung Rinjani 2007, dll

TOPIK-TOPIK PENELITIAN

  • Analisi keberfungsian keluarga
  • Interaksi dan komunikasi dalam keluarga
  • Transisi keluarga dan globalisasi
  • Analisis gender dalam keluarga
  • HUbngan inter dan antar keluarga: pembagian kerja, pengambilan keputusan
  • Koping strategi keluarga pada berbagai situasi
  • Pemberdayaan keluarga
  • Tumbuh kembang anak: permasalahan dan kendala
  • Kecerdasan kognitif dan prestasi akademik
  • Kecerdasan emosi anak
  • Pengasuhan
  • Stiulasi psikososial pada anak
  • Perilaku anti sosial anak
  • Emotion bonding ibu dan anak
  • Perkembangan karakter
  • Pendidikan yang patut dan menyenangkan bagi anak
  • Perkembangan anak dengan kebutuhan khusus
  • Sikap dan preferensi konsumen
  • Perilaku dan pengambilan keputusan konsumen
  • Perilaku penggunaan kartu kredit
  • Sosialisasi anak sebagai konsumen
  • Alokasi waktu dan pendapatan
  • Perilaku investasi pada anak
  • Kemiskinan dan kesejahteraan keluarga
  • Evaluasi ekonomi program peningkatan kesejahteraan keluarga
  • Evaluasi program pemasaran sosial

FASILITAS PERKULIAHAN

  • Ruang kuliah, seminar dan diskusi dilengkapi OHP dan LCD
  • Ruang baca
  • Ruang komputer dilengkapi akses internet
  • Lab. Keluarga
  • Lab. Tumbuh Kembang Anak
  • Lab. Pendidikan dan Perlindungan Konsumen
  • IPB – ISFA Educational Child Center/Sentra Pengembangan Anak IPB-ISFA (Indonesia Singapore Friendship Association)
nah, itu penjelasan langsung dari website Fakultas Ekologi Manusia mengenai IKK. penjelasan di atas masih banyak yang belum dimasukkan, seperti prestasi-pretasi mahasiswa IKK dan alumninya. untuk lebih tau tentang IKK lebih jauh silahkn main ke departemen ya.. :D
original source: http://fema.ipb.ac.id/index.php/departemen/dep-ilmu-keluarga-dan-konsumen/

Rabu, 10 Desember 2014

Salah Kaprah sama IKK (Ilmu Keluarga dan Konsumen) :D

yak, cerita mahasiswa akhir di Departemen Ilm Keluarga dan Konsumen, kita singkat saja IKK seperti biasanya.

"aaahhh IKK mah gampang,.. paling ya gitu-gitu doang, gimana ngasuh anak yang baik, ngarahin ibu-ibu PKK" mungkin itu yang ada dibenak mahasiswa lain ketika ditanya tentang IKK.

Helloowwwww?!
that's totally a big mistake! hahahahah

Biarkan saya jelaskan teman-teman :)

IKK itu belajar tentang ilmu sosial, yang dipelajari itu adalah manusia. manusia itu adalah suatu hal yang abstarak, gak bisa ditebak. gak bisa tuh namanya disamakan dengan ilmu eksak yang 1 +1 hasilnya pasti 2.
di IKK, tugas praktikumnya itu nyari responden. ya klo gak keluarga, anak, dan konsumen. nah kalau uda nyari responden, kita keliling-keliling,  nyari yang pas usianya atau yang pas kriterianya..
nah klo ngukur perilaku manusia?? apa ada yang tau sebenarnya sesorang itu merasakan apa yang ada di hatinya dan apa yang dipikirkannya saat itu ketika melakuka pembelian atau mengasuh anak? apakah hanya ingin menampakkan yang baik ketika diukur atau bagaimana?
punya pertanyaan yang besar ketika kita ingin mengukur manusia. karena sosial lebih jatuhnya kualitatif, maka di IKK itu diperkuat dengan statistikaya juga. agar bisa diperkuat dengan penelitian kuantitatif..
that's not a simple job guys.
curahatan hati yang tingkat akhir, nyari respoden, dioleh pake spss (kayak uda penelitian aja..) dan itu waktu pengumpulan tugasnya gak lama..

siapa bilang IKK gampang?
saran siih.. kalau mau cari ilmu, tepat banget ngambil SC (supporting course) IKK. tapi kalau mau cari nilai doang, disaranin lurusin niatnya deh.. yang ada sakit hati karena gak sesuai dengan harapan karena niatnya uda salah diluan.. hihi gak sedikit sih yang dapet C. so, jangan menggampangkan ya guys. Ilmu di IKK itu Subhanallah bermanfaat banget untuk masa depan, jangan disiasiain..
kita aja yang uda tingkat akhir baru kerasa mumetnya sekarang.. ektrak-ekstak materi kuliah itu bermuara di semester 7 ini lah.. karena uda mulai penelitian sih.. hihi
kalau mau nyari ilmu kayak gini, harus bayar ratusan hingga jutaan klo ikut seminar-seminar gitu. bayangin deh, harga seminar dan pelatihan parenting berapaan sekarang? apalagi tentang karakter? keluarga?  anak? konsumen? gak murah kan.. nah mikirnya jangka panjang sih..

jadi IKK itu gimana sih?
IKK itu belajar tentang manusia, yang diukur itu manusia yang khususnya anak, keluarga, dan konsumen. yang dibahas iu berdasarkan teori dan penelitian yang di Indonesia belum banyak dan malah belum ada. nah, jadi literaturnya kebanyakan dari barat dan siap-siap aja materi kuliahnya juga Inggris. hihi
kalau ditanya laporan, iya kita juga tugasnya laporan. tetapi, ditambah dengan survey dan nyari responden. jadi gak cuma menguras otak, tapi raga juga.
dosen kita aja sering bilang, siapa bilang ilmu sosial itu mudah? ini nih liat, sambil nerangin kulah.. kita cuma bisa merengut, mikir.. butuh pemahaman, gak cuma sekedanr ngerti kalau mareri di IKK itu.


so, siapa yang bilang IKK itu jurusan yang bisa dipandang sebelah mata?
belum tau aja,. hiihii

yaaah anyways, bagaimanapun kata orang, saya berjuang buat survive di IKK. :D
and I'm proud to be here \^o^/
ilmu yang selama hampir 3 tahun saya dapati dari dosen yang luar biasa yang sudah menjadi penasehat dan pakar-pakar di pemerintahan dan lembaga lainnya memberikan aroma yang berbeda di kehidupan saya. dan itu membuat kita berbeda dengan jurusan lain. karena kita satu-satunya di Indoneseia yang mempelajari Keluarga, anak, dan konsumen dalam satu payung. :)
dengan keahlian yang gak sedikit yang diajarin dosen-dosen kita, membuat kita begitu berharga.. hehe
keahlian apa aja itu?
1. pengukur perkembangan anak
2. konsultan (keluarga, anak, pendidikan, siswa/mahasiswa, pernikahan, money man, fam-money man, dll). tau mobil curhat di Bogor? itu kerjasam dengan IKK  dan yang ngisi kita :D
3. riset konsumen.
an so on :)

lulusan ikk? guru ok, wirausaha ok, banker ok, jurnalistik ok, dosen ok, consultan ok, manager ok, pns ok,
any else? just tell and IKK freshgraduate insyaa Allah can make it. ^o^b

so, bangga deh jadi IKK :D i'm proud to be part of IKK \^o^/

Sabtu, 15 Februari 2014

Poin "plus" ketika kita berusaha dan bersungguh-sungguh

Bismillaahirrahmaanirrahiim..

Alhamdulillah.. Allah memberikanku kesempatan kepadaku untuk mencoret lagi list dalam daftar mimpiku.
 padahal itu hanya sekedar tulisan di note impiankua"berkesempatan keluar negeri"
   Alhamdulillah.. November 2013 berkesempatan ke negara tetangga untuk Studi Banding Organisasi mahasiswa antara HIMAIKO IPB dengan GPS (Gerakan Pengguna Mahasiswa) Universitas Putra Malaysia, Fakultas Ekologi Manusia, dengan nama HGTM (Himaiko Goes to Malaysia).

Ilmu Keluarga dan Konsumen

mendengar kata itu, pasti berfikir, special apa sih sehingga disebut the One and the Only??
 please introduce...
This is Us
Ilmu Keluarga Konsumen
Institut Pertanian Bogor

   Departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen, Fakultas Ekologi Manusia, Institut Pertanian Bogor adalah satu-satunya Departemen yang mempelajari seluk beluk mengenai anak, keluarga, dan konsumen. Departemen ini bisa disingkat dengan IKK.
   Di Indonesia, belum ada ilmu yang concern terhadap ketiga pembahasan tersebut. jika dilihat dari keadaan perkembangan negara kita seperti, pemasalahan anak yang berawal dari pengasuhan yang kurang baik, perceraian dan permasalahan keluarga lainnya yang begitu banyak kita dengar dan lihat di media elektronik cetak dan elektronik, Asian Community yang akan kita hadapi beberapa tahun kedepan. jika kita fikirkan mengenai hal tersebut, mungkin beberapa orang akan berfikir 'oh iya, bener juga ya..'

Jumat, 14 Februari 2014

fenomena AQJ dan keterkaitannya dengan pengasuhan



Menanggapi Secara Bijak
 
Kehidupan zaman modern saat ini telah memberikan kita kemudahan dalam menjalankan aktifitas yang kita lakukan sehari-hari, baik itu dalam melakukan pekerjaan rumah tangga, merawat anak, dan pekerjaan lain apabila dilakukan dengan sendirinya akan menggunakan waktu yang cukup banyak. Dengan segala kemudahan yang diberikan kecanggihan teknologi dan globalisasi saat ini harus dipilih dengan bijaksana yang yang dengan mudah diakses oleh seluruh anggota keluarga dan mana yang bisa digunakan dengan pengawasan orangtua dengan ketat.
Kemudahan yang dapat diakses oleh semua anggota keluarga tetapi harus dibawah pengawasan orangtua secara ketat misalkan adalah kendaraan roda dua ataupun roda empat. Kendaraan sangat memudahkan kita dalam menuju suatu tempat tanpa harus menggunakan waktu yang banyak. Akan tetapi, ada batasan umur dan peraturan yang mengatur dengan jelas dalam penggunaan kendaraan ini. orangtua tidak dapat memberikan dengan mudah akses dalam penggunaan kendaraan roda dua maupun roda empat kepada anaknya, ditambah lagi usia anaknya masih dibawah umur. Orangtua yang memperbolehkan segala hal kepada anaknya asal anaknya senang dan tidak ada peraturan dan batasan yang orangtua beri kepada anaknya adalah ciri-ciri orangtua yang bersifat permisif. Sebagai bahan tambahan pengetahuan, ada beberapa kelompok gaya pengasuhan yang disoroti dalam segi pelimpahan kekuasaan antara orangtua dan anak oleh Diana Baumrind dalam Puspitawati (2012), yaitu:

Nilai Kepercayaan Diri dan Keterbukaan yang Penting Diajarkan Pada Awal Masa Kanak-Kanak






Masa anak-anak adalah masa dimana pembentukan nilai-nilai yang baik diajarkan karena penyimpanan informasi oleh otak anak ketika usia prasekolah adalah kurang lebih banyak dibandingkan ketika ia sudah dewasa. Yang berkewajiban melakukan penanaman nilai-nilai kebaikan salah satunya adalah kelarga terutama orangtua. Jika tidak terfiksasi dengan baik, maka akan terjadi gangguan-gangguan yang terjadi yang berdampak pada gangguan emosi, sosial, kognitif, maupun psikologisnya.
KPAI (2013) menyebutkan terdapat 10 masalah yang terjadi pada anak dan bisa membuat orangtua jadi khawatir dan ketar ketir. Berikut ini 10 masalah anak yang dapat mengakibatkan orangtua jadi khawatir dan ketar-ketir, seperti dikutip dari Unmich.edu Jumat (21/1/2012), yaitu:
  1. Obesitas,
  2. Penyalahgunaan obat, 
  3.  Merokok, 
  4. Keamanan internet,
  5. Stres, 
  6. Bullying (perilaku kekerasan), 
  7. Kehamilan usia muda,  
  8. Pelecehan dan penelantaran anak,   
  9. Penyalahgunaan alkohol,
  10.  Tidak punya waktu untuk olahraga.

Jumat, 10 Mei 2013

happy twenty

bismillah..
usiaku sudah ditebas satu tahun lagi.. tapi banyak nikmat yang sudah kudapat.  Semoga aku tidak tamak dan melupakan kebaikan-kebaikan dari orang-orang sekitarku..
napak tilas di hari dimana aku dilahirkan di bumi ini,

1. 18 tahun
hadiah dari teman yang berhati baik dan dermawan.. amiin ^^
lupa, apa ini hadiah pertama pas aku milad ato yang kedua ya? lupa.. 
senang rasanya mendapat hadiah dari temanku.
dan dari sini bermulalah kenikmatan yang Allah beri kepadaku disaat aku mulai berkulliah di IPB.

2. 19 tahun
 

Kamis, 09 Mei 2013

MDG's

Usaha Pemerintah Indonesia Dalam Mencapai  Tujuan Pertama MDG’s Penanggulangan Kemiskinan dan Kelaparan
           

           Kemiskinan dan kelaparan merupakan suatu permasalahan klasik yang terjadi di setiap negara berkembang, termasuk Indonesia. Atas apa yang terjadi pada negara-negara berkembang, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tidak melepas diri pada permasalahan kemiskinan ini. Salah satu bentuk kepeduliannya, maka dikumandangkan Deklarasi Milenium pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Milenium PBB bulan September 2000, yang salah produknya adalah Millenium Development Goals (MDGs). MDGs merupakan komitmen 189 negara anggota PBB yang diawakili kepada pemerintahan untuk melaksanakan 8 (delapan) tujuan pembangunan manusia yang harus dicapai pada tahun 2015, dengan eradikasi kemiskinan merupakan tujuan utamanya.
Di Indonesia ada beberapa indikator untuk mendefinisikan kemiskinan, yaitu: versi Bank Dunia, ILO, BKKBN,BPS, dan Dinkes. BPS menetapkan penghasilan US$0,55 perhari sebagai batas miskin di perkotaan dan US $ 0,4 di pedesaan. International Labour Organization (ILO) mendefinisikan miskin secara ekonomi berdasarkan penghasilan kurang US$1 per hari bagi penduduk perkotaan dan US$0,8 untuk penduduk pedesaan. Bank Dunia mendefinisikan miskin secara ekonomi berdasarkan penghasilan kurang dari atau sama dengan US$1 per hari. MDGs memakai kriteria Bank Dunia untuk mendefinisikan kemiskinan. Dengan menggunakan standar World Bank, akan banyak angka kemiskinan di Indonesia karena adanya perbedaan harga Rupiah dan Dollar yang jauh. Tetapi, dengan adanya program-program Pemerintah untuk menanggulangi kemiskinan, angka kemiskinan di Indonesia menurun.

Jumat, 29 Maret 2013

IPB's side

Little Picture in IPB

 foto-foto dibawah ini, sebagian kecil dari luaenya institut Pertanian Bogor. walau banyak perubahan disana-sini, saya tetap menikmati beberapa sisi dari banyaknya tempat yang bags di IPB ^^
1. Pinus, Fakultas Pertanian

 2. Pelataran Parikiran Gedung Graha Widya Wisuda (GWW)

 3. Mesjid Al-Hurriyyah

Rabu, 19 September 2012

kecantikan itu..


Kamu Cantik Dari Dalam


Andi merasa ditipu dan bosan menikmati saat-saat berdua bersama istrinya setelah 5 bulan menjalani pernikahan. Berbeda dengan Ishaq, yang kelihatan seperti baru menikah seminggu yang lalu, dan selalu romantis bersama istrinya padahal umur pernikahannya telah mencapai 2 tahun. Jika dilihat dari umur pernikahan, sudah tidak masanya lagi mereka selalu kelihatan mesra apalagi telah memiliki buah hati. Apa pasalnya? Menurut Andi, ia merasa telah dibohongi oleh istrinya, karena kecantikan yang selama ini (baca: sebelum menikah) hanya balutan kosmetik yang dilakukan saat mereka janjian ketemu dan pergi. Setelah menikah, ia tidak pernah menemukan kecantikan itu ketika berada dirumah , kecuali jika ada resepsi pernikahan.

Sementara Ishaq, ia yang mengenal istrinya lewat saudara perempuannya bebarapa bulan menjelang pernikahan. Ketika bertemu, isterinya saat itu tidak memakai alat kosmetik kecuali yang biasa-biasa saja. Namun, yang membuat Ishaq semakin cinta pada istrinya setelah menikah selalu tampil rapi dan semakin cantik dibandingkan ketika ta'aruf yang terjadi sebelum pernikahan. Bahkan, yang membuatnya semakin sayang pada istrinya selalu bangun lebih awal dan ketika pulang kerja selalu menyambutnya dengan wajah yang indah dan berpakaian rapi.

Dalam mencari pasangan hidup, sudah lumrah laki-laki selalu mencari wanita yang cantik. Hal ini wajar, bahkan Islam sebagai agama yang mengetauhi apa yang diinginkan (hajât) umatnya menyuruh melalui lisan Rasulullâh Saw. untuk mencari wanita yang cantik. Sebagaimana beliau mengatakan:" Nikahilah perempuan itu karena empat perkara: hartanya, keturunannya, kecantikannya dan agamanya. Pilihlah wanita yang beragama jika tidak engkau akan merugi". Ini bukan sekedar ucapan saja, namun telah dibuktikan ketika al-Mughirah bin Syu'bah ingin meminang seorang wanita, ia menceritakan hasrat hatinya kepada Rasulullâh Saw. kemudian beliau menyuruhnya untuk melihat wanita tersebut terlebih dahulu supaya terciptanya ketentraman.

Tepat sekali apa yang dikatakan seorang sastrawan, bahwa cantik itu wanita dan wanita itu cantik. Artinya, memang sudah menjadi fitrah wanita untuk selalu tampil menarik dan indah. Dalam menumbu hkan kecantikan terkadang para wanita selalu menggunakan pelbagai macam cara, ada yang dengan mengoperasi bagian dari tubuhnya supaya kelihatan semakin cantik, ada mengikuti latihan aerobik biar selalu kelihatan langsing dan indah, ada yang dengan melakukan kegiatan rutin ke salon, dan memperbanyak perhiasan untuk di ajangdi tubuhnya dan bentuk-bentuk lainnya Islam sebagai agama yang tidak suka berfoya-foya, dan selalu menjaga martabat wanita mempunyai ciri khas tersendiri bagaimana supaya pasangan hidupnya semakin cinta. karena, kecantikan yang alami dan bersifat bathin akan selalu terpancar sinarnya sekalipun tidak dihiasi dengan alat kosmetik. Berbeda dengan kecantikan lahir hanya akan bertahan sementara dan berakhir dengan mengecewakan. Seperti yang dialami Andi, merasa telah ditipu istrinya yang selalu menunjukkan kecantikan lahir selama ini, tapi tidak pernah memunculkan kecantikan bathin yang diharapkan setelah hidup bersama.

Bagaimana kecantikan bathin itu?

sebuah cerita tentang kepekaan


-- Apple for an Angel




Publikasi: 30/08/2004 09:23 WIB
"Pada berbagai tahap kehidupan kita, tanda-tanda cinta yang kita temui itu beragam: ketergantungan, daya tarik, kepuasan, kecemasan, kesetiaan, kesedihan, tetapi di dalam hati, sumbernya selalu sama. Manusia mempunyai sedikit sekali kemampuan untuk saling berhubungan dengan sesamanya, mensyukuri apa adanya.".

eramuslim - Dia berjalan dengan mata menatap ke bawah, kepala tertunduk. Ketika dia melihatku, dia bicara, dan aku menangkap pandangannya. Dia lusuh dan kumal, tak ada cahaya di matanya. Dia berkata, "Assalaamu 'Alaykum." Begitu sopannya dia.

Dengan lembut aku menjawab salamnya, "Wa 'Alaykum salaam." Aku terus berjalan dalam kesunyian, pemuda ini -yang tak kuketahui siapa namanya- telah membawa hatiku pergi jauh, entah ke mana.

Aku menatap pada kedua matanya, mengamati sebuah harapan yang pernah sirna, kataku dalam hati, "Bagaimanakah perasaan ibu yang melahirkannya? Bagaimanakah perasaan ibu yang telah menyaksikan putranya tumbuh seperti ini?". Beberapa waktu kemudian kudapati jawaban itu tak akan pernah ada, ibunya telah meninggal -tidak beberapa lama setelah ia lahir. Rupanya ia seorang piatu!

Kemudian, aku selalu dikejutkannya pada hari-hari yang lain, dengan salamnya yang tulus dan dengan ekspresi wajahnya yang malu-malu. Ketika sengaja menatap ke dalam kedua bola matanya kali ini, aku kembali dikejutkan dengan binar mata yang sekarang hadir. Aku bersyukur, Semoga saja itu memang karena aku tidak mengabaikannya meski hanya dengan sebuah senyuman.

Sabtu, 15 September 2012

Pengantar Ekologi Keluarga



Bismillah.. ini tugas kelompokku tentang Ekologi Keluarga, berdasarkan Basic Premises, Assumption and Underlying Values.. mungkin banyak kesalahn dalam kata dan aturan tapi semoga bermanfaat ya ^^

Alhamdulillah, kebetulan kelompok kami terbaik dalam tugas ini, karena bukan hanya membahas mengenai disiplin ilmu kami saja, tetapi berhubungan dengan disiplin ilmu lainnya..










TUGAS PENGANTAR EKOLOGI KELUARGA 



“DAMPAK DETERJEN TERHADAP LINGKUNGAN” 












Anggota Kelompok 11 : 

· Nanda Amalia Rahmawati (I24110021) 

· Siti Maesaroh (I24110057) 

· Rulya Rizki Ramadina (I24110056) 

· Fatimah Musthafa (I24110055) 







Departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen 

Fakultas Ekologi Manusia 

Institut Pertanian Bogor 

2012 










DAFTAR ISI 





DAFTAR ISI …………………………………………………………….... 2 

KATA PENGANTAR …………………………………………………….. 3 

BAB I 

Pendahuluan ………………………………………...………………...……. 4 

I.1 Latar Belakang Masalah ………………………………...………..……... 4 

I.2 Rumusan Masalah ……………………………………………….…….... 4 

I.3 Tujuan Masalah …………………………………………………....….… 4 

BAB II 

Pembahasan …………………………………………………………..…….. 5 

II.1 Dampak deterjen terhadap lingkungan ……….……………………....….. 5 

II.2 Analisis menurut basic premises, assumptions, dan underlying values............ 6 

II.3 Solusi …………………………………………………………………... 7 

BAB III 

Kesimpulan dan Saran ………………………………………………………. 8 

III.1 Kesimpulan …………………………………………………….………. 8 

III.2 Saran ………………………………………………………....……..…. 8 

DAFTAR PUSTAKA …………………….……………………..………..… 9 









Kamis, 06 September 2012

first experience in consumer behavior

Nanda Amalia's notes on Consumer Behavior class

lecturer : Prof. Dr. Ir. Ujang Sumarwan, M.Sc
(http://ujangsumarwan.blog.mb.ipb.ac.id/)

Department of  Family and Consumer Sciences
Collage of Human Ecology
Bogor Agricultural University

Semester Sep 2012-Jan 2012

Based on : Consumer Behavior text book by Ujang Sumarwan





  • About my lecturer:

žUjang Sumarwan, lahir di Jakarta 16 September 1960 dari pasangan Almarhum Muhammad Salim dan Hj. N. Ratnasih. Ia memperoleh gelar Sarjana Sosial Ekonomi Pertanian dengan konsentrasi Agribisnis dari Institut Pertanian Bogor pada tahun 1985 dan gelar Master of Science bidang Household Economics pada tahun 1990 dan gelar Doktor bidang Perilaku Konsumen pada tahun 1993 dari Iowa State University, Ames Iowa Amerika SerikatIa diangkat menjadi Guru Besar Ilmu Perilaku Konsumen pada 1 Mei 2005.  Sejak tahun 1994 mengembangkan penelitian dalam bidang perilaku konsumsi pangan dan perilaku pembelian dan penggunan berbagai produk dan jasa, serta berbagai penelitian lain yang berkaitan dengan perilaku konsumen. Pada tahun 2003 menerbitkan buku teks yang berjudul Perilaku Konsumen: Teori dan Penerapannya dalam Pemasaran. Buku tersebut telah dicetak ulang yang kedua pada tahun 2004, dan cetak ulang ketiga serta edisi revisi kedua pada tahun 2011.  Ia adalah Sekretaris Tim Penyunting Buku Pemikiran Guru Besar Institut Pertanian Bogor: Persfektif Ilmu-ilmu Pertanian dalam Pembangunan yang diterbitkan pada tahun 2008 oleh Dewan Guru Besar IPB dengan Penebar Swadaya dan IPB Press. Buku tersebut berisi kumpulan pemikiran yang ditulis oleh 104 Guru Besar IPB. Ia adalah salah seorang penulis dari buku Pemasaran Strategik: Strategi untuk Pertumbuhan Perusahaan dalam Penciptaan Nilai bagi Pemegang Saham yang diterbitkan Inti Prima tahun 2009. Ia juga salah satu penulis dari buku Pemasaran Strategik: Persfektif Value-Based Marketing dan Pengukuran Kinerja yang diterbitkan IPB Press tahun 2010, kemudian dicetak ulang yang kedua pada tahun 2011ž

Selasa, 04 September 2012

mimpi itu menjadi kenyataan


assalamu'alaikum..

waaaahhh akhirnya aku menemukan blogku, aku kira uda hilang cobaaa O_o

ohya, ada yang terlupa dari cerita hidupku..^^


Ketika aku menginjakkan kaki di IPB (mesjid Al-Hurriyyah)



ketika ku masih SMA tepatnya SMAN10 Pekanbaru, SMA yang tidak favorit disana dan masih tidak dianggap dikotaku, sering disebut dengan sebutan 'parak ubi' (karena di daerah sana terkenal dengan penghasil ubinya), pertama kalinya aku mengetahui tentang Institut Pertanian Bogor.



ROHIS SMAN 10 Pekanbaru, mengantarkanku untuk bermimpi untuk sampai di IPB, salah satu top 5 university in Indonesia. WOWWW! siswa dari SMA biasa sepertiku masuk universitas favorit? demi apa???!!!

impianku tercoret lagi



ALHAMDULILLAH CORETAN ITU ADA DI BUKU IMPIANKU LAGI
280812



inginku berbagi ^^




MPD/MPF yang telah ku alami di Fakultas Ekologi Manusia IPB, menggoreskan kenangan yang tidak akan kulupakan.. HERO48 dan FAMOUS48.

kata-kata peloncoan jauh dari masa perkenalan fakultas ini. tetapi, malah diberikan seminar yang sangat menginspirasi, mendatangkan pembicara-pembicara yang hebat dan ternyata alumni dari IPB juga! Subhanallah..

Dimasa perkenalan fakultas dan departemen ini, juga ada penghargaan bagi mahasiswanya yang aktif, kreatif dan berprestasi. karena dalam masa ini akan dibuat kelompok-kelompok dan akan diberikan tugas, baik itu individu maupun kelompok. dengan tujuan untuk mengeratkan satu sama lain dalam kelompok tersebut.

aku tidak menyangka bakal dapat penghargaan itu, padahal niat awalnya hanya ingin menjadi peserta yang baik dalam kegiatan ini, yah ada dorongan untuk jadi aktif juga.. tapi adalah mimpi untuk berprestasi di tingkat dua ini.. Alhamdulillah kesampaian lagi..

dan inilah yang kudapat:






Princess FAMOUS48 dan Kelompok terbaik MPD FAMOUS 48 (pin bintang)